Mungkin aja karena kita gak pernah saling memaksakan versi yang paling sempurna buat diri kita masing masing tapi saling menerima dalam bentuk yang paling apa adanya.
Cocok bukan karena semata latar yang sama, justru perbedaan kita tidak saling menolak. Kita belajar dan masih belajar buat saling mengisi, kaya kolam kosong dan di isi ikan hias beserta aksesorisnya biar bisa terlihat indah dan utuh.
Ada hal-hal kecil yang tanpa disadari selalu buat kita bisa menemukan arah pulang yang sama: cara kita saling menceritakan duka, cara kita melempar canda, sampai cara kita saling menghadapi apa yang harus kita obati.
Dan mungkin, karena sama kamu rasanya aku gak perlu menjelaskan banyak hal yang sulit, semuanya mengalir dan kamu akan selalu tau seakan kita udah saling mengerti bahkan sebelum kata-katanya selesai aku ucapkan. Rasanya hidupku jauh lebih mudah karena bisa satu tujuan dan searah pulang sama kamu.